Halaman

Jumat, 07 September 2018

Babinsa Gorang Gareng Berikan Materi Survival Kepada Siswa Dan Siswi Formasi Madiun


Magetan  - Babinsa Gorang gareng Pos Nguntoronadi Koramil 0804/11 Takeran Serma Agus memberikan materi survival Kepada Siswa Dan Siswi Formasi Madiun. Pengenalan dini Kepada Siswa Farmasi tentang pentingnya Survivel sangatlah penting serta sangat bermanfaat bagi para Siswa Farmasi, kami sangat berterimakasih Kepada Koramil 0804/11 Takeran sebagai Nara Sumber dan pelatih dalam pelaksanaan latihan Survivel hari ini yang dilaksanakan di Dam Jati  Desa Gorang Gareng, Sambut Kepala Sekolah Farmasi Bpk. Soko.

Survivel sangat perlu untuk kita pelajari meskipun kita belum pernah mendapatkan bencana yang mengharuskan kita untuk bertahan hidup selama bencana berlangsung dengan adanya pelajaran Survivel ini diharapkan siswa siswi farmasi sudah siap menghadapi tantangan apabila suatu saat bertugas membantu masyarakat yang di ikuti 25 Siswa Farmasi Madiun, Tandas Babinsa Gorang Gareng, Sabtu (08/9/2010).

Kita tentunya tak pernah berharap mengalami suatu bencana, namun kita pun tak pernah tahu kapan kita akan mengalami suatu bencana atau peristiwa ektrim yang mendadak dapat merubah kehidupan kita.

Merujuk undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, yang dimaksud bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Bencana-bencana yang sering terjadi di Indonesia diantaranya bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, kekeringan, kerusuhan masal, kebakaran, dan sebagainya. Akibat yang mungkin muncul dari bencana ini adalah kehidupan yang menjadi terisolasi, kekurangan sandang dan pangan, kehilangan tempat tinggal, menurunnya tingkat kesehatan dan munculnya berbagai penyakit.

Perubahan drastis dari kondisi normal ke kondisi tak normal tentunya tak setiap orang siap menghadapinya. Inilah yang sering terjadi saat terjadi bencana di Indonesia. Masyarakat yang mengalami bencana cenderung hanya berharap adanya bantuan dari luar. Mereka tidak terlatih untuk menghadapi kehidupan serba kekurangan.

Kegiatan hari ini bertujuan mengingatkan tentang pentingnya kemampuan bertahan hidup dalam kondisi seminimum mungkin. Dalam hal ini kemampuan mempertahankan diri dari keadaan yang darurat, buruk dan kritis. Kemampuan Survival untuk keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup. Sambil menunggu pertolongan dan bantuan dari pihak lain tiba.

Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu. Keterampilan survival (survival_skills) selama ini selalu dikaitkan dengan kegiatan out doors., seperti pencinta alam, mountenering, dan militer. Padahal keterampilan survival bisa diterapkan pada setiap kondisi darurat. Pengetahuan dasar survival bisa dipelajari oleh semua orang.

Manfaat pengetahuan survival bagi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana, tentunya akan meningkatkan kemampuan bertahan hidup saat munculnya bencana. Sehingga mampu meningkatkan harapan hidup para korban bencana sampai bantuan dari luar datang. Sebagai contoh seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tersebut hanya dapat bertahan hidup 3 - 5 hari saja tanpa air, bila memiliki pengetahuan survival tentunya dia mampu bertahan lebih lama lagi.

Pengetahuan dasar survival yang harus dimiliki oleh setiap orang meliputi kemampuan : Kesiapsiagaan (Preparedness) Sikap mental : kesiapan mental (mental preparedness), semangat untuk tetap hidup, kepercayaan diri, akal sehat, disiplin dan rencana matang serta kemampuan belajar dari pengalaman.

Pengetahuan bertahan hidup: cara membuat tempat berlindung (shelter), cara memperoleh air, cara mendapatkan makanan, cara membuat api, pengetahuan orientasi medan, cara mengatasi gangguan binatang, cara mencari pertolongan.
Pengetahuan dasar kesehatan: Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (First Aid), pengenalan tanaman obat, pengenalan dasar anatomi tubuh manusia.
Kesiapan fisik : latihan melakukan perjalanan jauh (hikking), berenang, dll.
Keterampilan dasar survival : latihan mengidentifikasikan tanaman, latihan membuat trap, latihan membuat senjata darurat, latihan pemadaman api, mengenal dan menghindari bahaya, dll
Pengetahuan peralatan standar survival : kotak survival (survical kits), pisau jungle, kotak P3K,alat komunikasi, manual survival (survival manuals),dll

Sebaiknya masyarakat telah mempersiapkan dirinya dengan peralatan dasar survival (survical kits) yang sudah dikemas dalam tas khusus dan selalu siap untuk dibawa. Untuk masing-masing daerah rawan bencana mungkin bisa berbeda.

Perlengkapan dasar survival menghadapi bencana alam dapat mencakup item yang direkomendasikan sebagai berikut: -air, satu galon air per orang per hari selama setidaknya tiga hari, untuk minum dan sanitasi. makanan tahan lama, setidaknya untuk pasokan tiga hari. radio bertenaga baterai atau pun radio engkol, dengan baterai cadangan. senter dan baterai cadangan, perlengkapan p3k (first aid kit), pluit dan cermin untuk sinyal, masker untuk filter udara yang terkontaminasi , plastik terpal untuk tempat berlindung. selimut, handuk kering, kantong sampah dan kantong plastik untuk sanitasi pribadi, pakaian cadangan yang praktis. alat-alat pemotong : gunting, pisau lipat, gergaji lipat, kampak.  tali-temali, korek api tahan air, dengan cadangan bahan bakar. peta lokal dan peralatan navigasi (kompas, penggaris, dll), alat tulis dan buku kecil, manual survival, ponsel dengan charger, inverter, power bank atausolar charger.

"Bagi siswa dan siswi yang sudah menerima pembekalan baik pengetahuan teori maupun keterampilan dapat dijadikan bekal baik perorangan maupun kelompok yang nantinya dapat ditularkan ke rekan-rekan sesama siswa maupun adik-adik pelajar", harap Agus.

Selain itu, orang nomor satu dijajaran Kodim 0804/Magetan juga memberikan apresiasi kepada anggotanya Babinsa Gorang gareng  (Serma Agus) akan kepedulian kepada generasi muda dalam membangun kegiatan positif, begitu pula kepada adik-adik siswa dan siswi yang antusias mengikuti semua rangkaian kegiatan belajar mengajar.

"Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua, teruslah berbuat terbaik, berani, tulus dan ikhlas demi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai", pungkasnya. Pesan dari pihak sekolah acara yang bermanfaat ini nanti akan direncanakan setiap setahun sekali akan diadakan sehingga menjadi agenda. (tsr/R10)

Kamis, 06 September 2018

Danramil 0804/11 Takeran Hadiri Pembukaan Pelatihan Usaha Produktif Di Yayasan Dharmais Kecamatan Takeran


Takeran - Yayasan Dharmais Takeran kab. Magetan menggelar pelatihan usaha produktif angkatan II th. 2018. Pelatihan usaha produktif ini di ikuti oleh  25 santri di Gedung Yayasan Dharmais. Jum'at/07/09/2018.

Kegiatan pelatihan yang  dilaksanakan selama 2 minggu ini, peserta di beri materi dan ketrampilan dalam membuat makanan khas olahan sambel pecel, aneka krupuk dan aneka camilan dari ketela.

Yayasan Dharmais yang selama ini konsisten menyelenggarakan pesantren kilat dalam rangka melahirkan wiraswastawati muda yang handal, mandiri dan yang berakhlaqul karimah diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Danramil 0804/11 Takeran Kapten Inf Supriyanto  mengatakan Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membentuk generasi muda yang kuat iman dan ikhtiar dalam meraih kemandirian hidup, sehingga nantinya mampu memimpin dirinya sendiri dan orang lain untuk menghadapi tantangan kemiskinan. Disamping itu juga mampu membangun kualitas sebagai generasi yang mandiri, kreatif, aktif dan produktif. “terangnya”

Dengan memberdayakan potensi pemuda, diharapkan  setiap santri  mampu menjadi motor penggerak masyarakat agar mengembangkan wirausaha mandiri berbasis potensi unggulan lokal di desanya masing-masing.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Pengurus yayasan dharmais, Danramil 0804/11 Kapten Inf Supriyanto,  Camat takeran yang diwaliki oleh Bpk. Wahyudi, Kapolsek takeran Akp Susilo Budi Santoso SH,  Para kepala dinas/instansi Terkait, Ketua MPP PSM Takeran, Para instruktur  dan peserta pelatihan dari Kec.Kawedanan,  Kec.Lembeyan,  Kec.Takeran dan Kec. Nguntoronadi. (R.11)


Babinsa Kelurahan Takeran Pelda Sutrisno Ikut Mendampingi Dan Pengamanan Latihan Serta Pengenalan Manasik Haji , Taman Kanak Kanak Se Kecamatan Takeran


Takeran - Rabu (05/09/2018)  Pelda sutrisno Babinsa kelurahan takeran Koramil 11/ takeran bersama Babinkamtibmas Polsek takeran mendampingi siswa siswi Taman Kanak Kanak se Kecamatan Takeran dalam rangka kegiatan latihan dan pengenalan Manasik Haji.

Pendamingan ini  bertujuan untuk menjaga keamanan pelaksanaan manasik haji yang dilaksanakan pada hari Rabu (05/09/2018) pukul 09.00 Wib di lapangan Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan.

Kegiatan Manasik dengan rangkaian  Thawaf mengelilingi Kabah dan Hajar Aswadnya , Sa'i dan Lempar Jum'rah ini memang wajib diperkenalkan kepada para anak-anak usia dini ini agar menjadi bekal iman untuk masa depannya.

Ada benarnya pepatah yang mengatakan mendidik anak secara keras dan disiplin di saat kecil  ibarat mengukir diatas batu, sesuatu yang akan membekas kedalam memori mereka, apalagi usia anak-anak di rentang waktu taman kanak-kanak termasuk usia emas.

Para orang tua murid yang hadir dalam acara ini sempat berkomentar kegiatan seperti seharusnya sering dilakukan, mengingat serbuan permainan game on line dan pengaruh internet yang makin bebas  membuat banyak anak-anak  menyaksikan program yang belum saatnya mereka lakukan dan tonton.

Manasik Haji bagi mereka yang akan melakukan ibadah haji atau umroh merupakan latihan membaca doa bagi para calon haji setiap thawaf, sa'i, dan lempar jumrah.

Secara umum Thawaf mengelilingi Kabah adalah wujud penyembahan dan penghormatan kepada Allah SWT , Sa'iibarat melakukan kegiatan lari-lari kecil yang dilakukan istri Nabi Ibrahim dalam mencari air antara bukit Shafa dan Marwah. Sedangkan lempar jum'rah ibaratnya kita melempar batu kerikil kecil kepada dinding yang dianggap sebagai perwujudan setan penganggu manusia yang harus dihindari dan dilawan. (R.11)

Rabu, 05 September 2018

Babinsa Koramil 0804/11 Takeran Dampingi Manasik Haji Untuk Anak TK Se Kecamatan Takeran


Magetan, Takeran Rabu (05/09/2018)  Pelda Sutrisno Babinsa Kelurahan Takeran Koramil 0804/11 Takeran bersama Babinkamtibmas Polsek Takeran mendampingi siswa Taman Kanak Kanak se kecamatan Takeran dalam kegiatan Manasik Haji.

Pendampingan bertujuan untuk menjaga keamanan pelaksanaan manasik haji yang dilaksanakan pada hari Rabu (05/09/2018) pukul 09.00 Wib di lapangan Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan.

Senin, 03 September 2018

Koramil 0804/11 Takeran Gelar Doa Bersama


Takeran – Jajaran Koramil 0804/11 Takeran menggelar doa bersama dalam rangka menyambut  Danramil 0804/11 takeran Kapten Inf Suprianto yang sebelumnya dijabat oleh Kapten Inf Sarpan, kegiatan yang berlangsung di makoramil ini dihadiri oleh Danramil 11 Takeran Kapten Inf Supriyanto, seluruh anggota Koramil beserta ibu-ibu  Persit ranting 12 Koramil 0804/11 Takeran. Minggu/2/9/2018.

Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan Surat Yasin dilanjutkan doa bersama yang dipimpin oleh anggota Koptu Wahyudi. Sebagai acara penutup di isi pengarahan dan pesan oleh Danramil 0804/11 Takeran Kapten Inf Suwarno.

Doa bersama ini  selain bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan  kepada Allah SWT juga untuk keselamatan bagi seluruh keluarga besar Koramil 0804/11 Takeran di  dalam melaksanakan tugas ditengah –tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Danramil 0804/11 Takeran Kapten Inf supriyanto mengajak kepada seluruh anggota Koramil takeran agar selalu menjaga kekompakan, bekerja dengan tulus dan  Ikhlas disertai rasa  tanggung jawab serta degan senang hati.

Dengan digelarnya doa bersama yang di ikuti oleh seluruh anggota ini diharapkan akan semakin merekatkan tali silaturahmi diantara sesama anggota maupun persit sehingga  kebersamaan dan kekeluargaan terjaga. “tegasnya”

Kamis, 30 Agustus 2018

Upacara Pemakaman Militer Alm Prada Trio Mawardi Anggota Denma Brigif 21/Komodo Di Tpu Desa Nguntoronadi


Nguntoronadi – Kamis/30/8/2018 bertempat di TPU Desa/Kec.Nguntoronadi Kab Magetan, dilaksanakan kegiatan Upacara pemakaman secara Militer Alm Prada Trio Mawardi anggota Denma Brigif 21/Komodo yang meninggal pada hari Rabu, 29 Agustus 2018, karena sakit.  Alm Prada Trio Mawardi merupakan lulusan Secata PK 2016 yang tinggal di Rt 05 Rw 01 Desa/Kec.Nguntoronadi Kab Magetan. Dalam pemakaman tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 0804/11 Takeran Kapten Inf Sarpan.

Hadir dalam upacara pemakaman tersebut diantaranya Mayor Inf Nouvi Efendi Jabatan Dandenma Bigif 21/Komodo, Lettu Inf Bambang Jabatan Dankima Brigif 21/Komodo, Pasi Pers Dim 0804/Magetan Kapten Caj Jemani, Danramil 0804/11 Takeran Kapten Inf Sarpan,  Danramil 0804/12 Lembeyan Kapten Arm Sukardi, Danramil 0804/13 Bendo Kapten Inf Efendi Santoso, Perwakilan Kodim 0804/Magetan, keluarga dan para takziah.

Danramil 0804/11 Takeran Kapten Inf Sarpan selaku irup dalam pemakaman Alm Prada Trio Mawardi menyampaikan  rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Alm Prada Trio Mawardi  semoga Almarhum diampuni segala dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.

Selama hidupnya almarhum berperilaku baik serta memiliki dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas kepada Bangsa dan Negara. Selanjutnya terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung baik moril maupun materiil mulai dari awal sampai prosesi pemakaman ini.

Upacara pemakaman tersebut diakhiri dengan penyerahan berita acara dan bendera merah putih kepada dari irup kepada pihak keluarga Alm Prada Trio Mawardi. (R.11)